Wood Filler vs Wood Putty: Apa Beda & Kapan Pemakaiannya?

Wood Filler vs Putty: Apa Bedanya dan Kapan Menggunakan Masing-Masing?

Hasil furniture atau interior kayu tidak hanya ditentukan pada produk dan aplikasi finishingnya saja. Justru, hal penting yang tidak boleh disepelekan adalah menggunakan bahan pengisi atau penutup pori-pori sebelum aplikasi finishing.

Wood filler dan wood putty – menjadi dua material yang kerap dianggap sama, padahal keduanya memiliki fungsi dan penggunaan berbeda.

Memahami perbedaan wood filler vs wood putty membantu Milanians yang sedang mengerjakan proyek untuk menentukan material yang tepat dalam membuat permukaan kayu lebih halus sebelum finishing.

Dengan pemilihan yang tepat, proses persiapan permukaan menjadi lebih efisien dan hasil akhirnya terlihat lebih rapi.

Mengapa Pemilihan Bahan Pengisi Kayu Penting untuk Hasil Finishing?

1. Permukaan Kayu Tidak Selalu Siap Langsung Difinishing

Kayu memiliki serat dan pori dengan karakter yang berbeda-beda. Beberapa jenis kayu mempunyai pori terbuka yang cukup terlihat sehingga jika langsung diberi coating atau cat, permukaannya dapat terlihat kurang rata. Jadi, bahan pengisi kayu diperlukan untuk mempersiapkan permukaan sebelum masuk ke tahap finishing.

2. Lubang, Retak, dan Pori Kayu Dapat Memengaruhi Tampilan Akhir

Lubang paku, retakan kecil, celah, serta pori kayu yang terbuka dapat membuat permukaan terlihat kasar atau tidak seragam. Jika kondisi tersebut tidak ditangani dengan material yang sesuai, hasil akhir cat atau coating bisa memperlihatkan ketidaksempurnaan permukaan.

3. Bahan Pengisi yang Tepat Membantu Menciptakan Permukaan Lebih Rata

Pemilihan bahan pengisi yang sesuai membantu menutup bagian permukaan yang membutuhkan perbaikan. Material pengisi pori, misalnya, dapat membantu menghasilkan permukaan kayu yang lebih rata dan halus sehingga proses pengamplasan serta finishing berikutnya menjadi lebih mudah.

4. Kesalahan Memilih Material Dapat Memengaruhi Daya Rekat dan Finishing

Tidak semua material pengisi cocok untuk setiap sistem finishing. Penggunaan bahan yang tidak sesuai dapat menyebabkan permukaan sulit diamplas, hasil coating kurang seragam, atau persiapan finishing menjadi lebih lama.

5. Jenis Kerusakan Kayu Menentukan Material yang Sebaiknya Digunakan

Pori-pori terbuka membutuhkan pendekatan yang berbeda dengan lubang atau retakan yang lebih dalam. Perbedaan wood filler vs wood putty menjadi penting pada tahap ini karena pemilihannya sebaiknya didasarkan pada jenis dan tingkat kerusakan permukaan kayu, bukan sekadar nama produknya.

Baca Juga: 5 Masalah saat Melakukan Wood Finishing yang Bikin Hasil Kurang Maksimal

Mengenal Wood Filler dan Wood Putty

Wood filler merupakan material pengisi yang digunakan untuk membantu mengisi pori-pori dan ketidaksempurnaan permukaan kayu sebelum finishing. Fokus penggunaannya adalah membantu membuat permukaan lebih rata dan halus. 

Sementara itu, wood putty umumnya digunakan untuk mengisi cacat permukaan seperti lubang paku, celah, atau kerusakan lokal pada kayu. Karakter dan formulasi wood putty dapat berbeda-beda tergantung produk dan aplikasinya. 

Oleh sebab itu, Milanians tetap perlu melihat petunjuk penggunaan serta karakter material sebelum mengaplikasikannya.

Perbedaan Wood Filler vs Wood Putty

1. Fungsi dan Tujuan Penggunaan

Perbedaan wood filler vs wood putty yang paling mendasar terletak pada tujuan penggunaannya. 

Wood filler lebih sering digunakan untuk mengisi pori dan membantu mempersiapkan permukaan kayu sebelum finishing. 

Sementara itu, wood putty lebih diarahkan untuk memperbaiki cacat atau lubang tertentu pada permukaan kayu.

2. Kemampuan Mengisi Pori dan Lubang Kayu

Wood filler dirancang untuk membantu mengisi pori-pori kayu secara merata, terutama pada permukaan yang membutuhkan persiapan sebelum finishing. 

Kemudian, untuk wood putty lebih umum digunakan mengisi area cacat seperti lubang paku atau celah yang terlihat secara lokal. Jadi, keduanya tidak selalu dapat dipertukarkan untuk semua kondisi.

3. Respons terhadap Perubahan Kelembapan

Kayu dapat mengalami pemuaian dan penyusutan akibat perubahan kelembapan. Wood putty pada umumnya lebih cocok untuk perbaikan cacat tertentu dan karakter fleksibilitasnya bergantung pada formulasi produk. 

Wood filler lebih banyak digunakan sebagai material persiapan permukaan, terutama untuk membantu mengisi pori sebelum finishing.

4. Hasil Setelah Diamplas

Wood filler umumnya dirancang agar dapat diamplas setelah kering untuk mendapatkan permukaan yang lebih rata sebelum finishing. 

Untuk wood putty juga dapat diamplas pada produk tertentu, tetapi hasil dan kemudahan pengamplasannya bergantung pada formulasi masing-masing produk.

5. Kesesuaian untuk Proses Finishing

Wood filler banyak digunakan sebagai bagian dari persiapan permukaan sebelum cat atau coating diaplikasikan. 

Kemudian, wood putty juga dapat digunakan sebelum finishing, tetapi perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa formulanya kompatibel dengan jenis finishing yang akan digunakan.

6. Penggunaan pada Furniture dan Produk Interior

Untuk furniture dengan pori kayu yang terbuka dan membutuhkan permukaan halus sebelum finishing, wood filler lebih umum digunakan.

Wood putty lebih sering digunakan pada bagian tertentu yang memiliki lubang, retakan, atau kerusakan yang perlu diperbaiki secara lokal.

7. Kelebihan dan Kekurangannya

Wood filler unggul dalam membantu mengisi pori dan mempersiapkan permukaan agar lebih rata sebelum finishing. Wood putty lebih praktis untuk perbaikan cacat lokal seperti lubang atau celah. 

Kekurangan keduanya bergantung pada karakter produk, kondisi kayu, ketebalan aplikasi, serta sistem finishing yang digunakan.

8. Area Aplikasinya

Wood filler umumnya digunakan pada area permukaan kayu yang memiliki pori terbuka atau membutuhkan perataan sebelum finishing. 

Sementara itu, wood putty lebih tepat dipertimbangkan untuk perbaikan titik tertentu yang membutuhkan pengisian material secara lokal.

Baca Juga: Primer, Sealer, dan Top Coat: Apa Bedanya dalam Sistem Finishing Kayu?

Kapan Sebaiknya Menggunakan Wood Filler?

wood filler vs wood putty apa perbedaannya

Wood filler sebaiknya digunakan ketika Milanians perlu mempersiapkan permukaan kayu sebelum proses finishing, khususnya untuk membantu menutup pori-pori dan membuat permukaan lebih rata. 

Material ini sangat berguna ketika tampilan akhir membutuhkan permukaan yang halus dan rapi.

Untuk kebutuhan tersebut, Milan Wood Filler dapat menjadi pilihan. Produk ini berbahan dasar alkyd resin, memiliki daya resap baik ke serat kayu, mudah diamplas, dan diformulasikan untuk membantu menghasilkan permukaan lebih rata dan halus sebelum finishing.

Kapan Waktu Pemakaian Wood Putty yang Ideal?

Wood putty lebih ideal digunakan ketika terdapat cacat lokal seperti lubang paku, celah, atau bagian kayu yang mengalami kerusakan dan membutuhkan pengisian. Material ini dapat membantu merapikan titik tertentu sebelum permukaan masuk ke tahapan berikutnya.

Namun, pemilihan wood putty tetap perlu disesuaikan dengan spesifikasi produknya. Pastikan material dapat diaplikasikan pada jenis kayu dan sistem finishing yang akan digunakan agar hasil perbaikannya tidak mengganggu tampilan akhir.

Cara Menentukan Wood Filler atau Wood Putty yang Tepat

1. Identifikasi Jenis Kerusakan pada Permukaan Kayu

Pertama, periksa apakah masalah utama berupa pori terbuka, lubang paku, retakan, celah, atau permukaan yang tidak rata. 

Pori kayu lebih membutuhkan material pengisi pori, sedangkan kerusakan lokal dapat membutuhkan material yang memang dirancang untuk mengisi area tersebut.

2. Perhatikan Kedalaman Lubang atau Retakan

Kedalaman kerusakan juga perlu diperhatikan. Kerusakan permukaan yang tipis dapat ditangani dengan metode berbeda dibandingkan lubang yang lebih dalam. 

Jangan mengaplikasikan material terlalu tebal jika petunjuk produk tidak merekomendasikannya.

3. Tentukan Jenis Finishing yang Akan Digunakan

Sebelum memilih material, tentukan apakah kayu akan menggunakan cat, politur, melamine, polyurethane, atau sistem finishing lainnya. Material pengisi harus kompatibel dengan sistem finishing tersebut agar hasil akhirnya tetap optimal.

4. Pertimbangkan Kondisi dan Kelembapan Kayu

Kayu harus berada dalam kondisi yang sesuai untuk proses pengerjaan. Kelembapan dan kondisi permukaan dapat memengaruhi proses pengeringan serta hasil finishing. Pastikan permukaan kayu bersih dan sesuai dengan persyaratan aplikasi produk.

5. Sesuaikan Material dengan Jenis Furniture atau Aplikasi

Furniture, pintu, kusen, kabinet, panel, dan produk kayu lainnya dapat memiliki kebutuhan berbeda. Untuk pekerjaan furniture dan persiapan finishing, wood filler dapat menjadi pilihan ketika fokusnya adalah meratakan serta mengisi pori permukaan.

6. Pastikan Material Kompatibel dengan Tahapan Finishing Berikutnya

Material pengisi bukan tahap akhir. Setelah diaplikasikan, biasanya permukaan akan diamplas lalu dilanjutkan dengan sistem finishing. Karena itu, pilih material yang dapat diproses dengan baik pada tahap berikutnya.

7. Perhatikan Kualitas Produk yang Ditawarkan

Kualitas bahan pengisi berpengaruh terhadap kemudahan aplikasi, proses pengeringan, kemampuan diamplas, dan hasil permukaan. 

Milanians sebaiknya memilih produk berdasarkan spesifikasi, formulasi, petunjuk aplikasi, serta kebutuhan pekerjaan.

Untuk kebutuhan pengisi pori dan persiapan finishing kayu, Milan Wood Filler dapat menjadi pilihan. Keunggulannya adalah cepat kering, mudah diamplas, meresap baik ke serat kayu, membantu mengisi pori secara optimal, dan menghasilkan permukaan yang lebih rata serta halus.

Cara Menggunakan Milan Wood Filler Sebelum Finishing Kayu

Milan wood Filler - menghasilkan permukaan kayu lebih halus

1. Amplas Permukaan Kayu dengan Grit 180

Amplas permukaan kayu menggunakan kertas amplas grit 180 searah dengan serat kayu. Tahap ini membantu mempersiapkan permukaan sekaligus membuka kondisi permukaan agar proses pengisian pori dapat berlangsung dengan baik. Setelah itu, bersihkan debu amplas.

2. Aplikasikan Milan Wood Filler pada Pori dan Permukaan yang Membutuhkan

Aplikasikan Milan Wood Filler pada area yang membutuhkan pengisian pori. Pastikan material tersebar secara merata pada permukaan kayu. Sesuai panduan Milan, produk dapat diencerkan dengan thinner bila diperlukan sebelum dibiarkan mengering.

3. Pastikan Wood Filler Mengisi Pori secara Merata

Periksa kembali permukaan setelah aplikasi. Pastikan pori-pori yang terbuka telah mendapatkan material secara merata sehingga tidak ada bagian yang terlewat dan berpotensi membuat hasil finishing terlihat berbeda.

4. Tunggu Milan Wood Filler hingga Kering

Biarkan Milan Wood Filler mengering sebelum dilakukan pengamplasan berikutnya. Hindari langsung mengamplas material yang belum cukup kering karena dapat memengaruhi hasil perataan permukaan.

5. Amplas Kembali Menggunakan Grit 240

Setelah kering, amplas permukaan menggunakan kertas amplas grit 240 hingga permukaan kembali terlihat rata. Tahap ini membantu meratakan sisa material pada permukaan kayu.

Baca Juga: Amplas Kayu: Fungsi, Jenis, Ukuran dan Cara Melakukannya

6. Bersihkan Debu Hasil Pengamplasan

Debu hasil pengamplasan harus dibersihkan sebelum masuk ke proses finishing. Permukaan yang bersih membantu mencegah partikel debu mengganggu hasil aplikasi coating atau cat.

7. Lanjutkan ke Sistem Finishing yang Sesuai

Setelah permukaan siap, Milanians dapat melanjutkan ke sistem finishing sesuai kebutuhan. Milan mencantumkan sistem NC, melamine, politur, acrylic, dan polyurethane sebagai pilihan finishing setelah penggunaan wood filler.

Keunggulan Menggunakan Milan Wood Filler Sebelum Aplikasi Finishing

Menggunakan wood filler sebelum finishing membantu Milanians mempersiapkan permukaan kayu agar lebih rata dan halus. Dengan pori yang lebih tertutup, proses finishing dapat menghasilkan tampilan yang lebih rapi dan profesional.

Milan Wood Filler juga dirancang untuk membantu mempercepat persiapan finishing. Produk ini memiliki beberapa keunggulan yang relevan untuk pekerjaan furniture maupun workshop, di antaranya:

  • Cepat kering
  • Mudah diamplas
  • Meresap baik ke dalam serat kayu
  • Mengisi pori-pori kayu secara optimal
  • Menghasilkan permukaan lebih rata dan halus
  • Membantu menghemat penggunaan cat finishing
  • Cocok untuk berbagai jenis kayu
  • Mempercepat proses persiapan finishing

Dengan berbagai keunggulan tersebut, Milan Wood Filler bisa menjadi pilihan Milanians untuk menghasilkan finishing lebih elegan. Bisa diaplikasikan sebelum sanding sealer dan clear coat.

FAQ

Apakah Wood Filler dan Wood Putty Itu Sama?

Tidak selalu. Wood filler umumnya digunakan untuk mengisi pori dan mempersiapkan permukaan sebelum finishing, sedangkan wood putty lebih sering digunakan untuk memperbaiki cacat lokal seperti lubang atau celah.

Apakah Wood Filler Bisa Digunakan untuk Mengisi Lubang Paku?

Bisa untuk kebutuhan tertentu, tetapi perhatikan spesifikasi dan petunjuk produk. Untuk pengisian lubang paku yang spesifik, pastikan produk memang sesuai dengan kedalaman dan jenis kerusakannya.

Apakah Wood Putty Bisa Digunakan Sebelum Proses Finishing?

Bisa, selama produk tersebut memang dirancang dan dinyatakan kompatibel untuk digunakan sebelum sistem finishing yang dipilih.

Mana yang Lebih Cocok untuk Furniture, Wood Filler atau Wood Putty?

Tergantung kebutuhannya. Untuk pengisian pori dan persiapan permukaan furniture sebelum finishing, wood filler lebih sesuai. Untuk perbaikan cacat lokal, wood putty dapat dipertimbangkan.

Apakah Wood Filler Bisa Diamplas?

Bisa. Milan Wood Filler memiliki karakter mudah diamplas dan dalam panduan penggunaannya dianjurkan melakukan pengamplasan lanjutan dengan grit 240 setelah material kering.

Berapa Lama Wood Filler atau Wood Putty Harus Mengering?

Waktu pengeringan berbeda berdasarkan formulasi produk, ketebalan aplikasi, kondisi lingkungan, dan jenis permukaan. Ikuti waktu pengeringan yang tercantum pada petunjuk produk.

Apakah Wood Filler dan Wood Putty Bisa Dicampur dengan Bahan Lain?

Jangan mencampurkan bahan secara sembarangan. Jika produk memang dapat diencerkan atau dicampur, ikuti bahan dan perbandingan yang direkomendasikan produsen. Milan Wood Filler, misalnya, dapat diencerkan dengan thinner bila diperlukan sesuai panduan penggunaannya.

Apa yang Harus Digunakan Setelah Wood Filler atau Wood Putty?

Setelah material kering dan permukaan diamplas, lanjutkan dengan sistem finishing yang sesuai. Untuk Milan Wood Filler, Milan mencantumkan NC, melamine, politur, acrylic, atau polyurethane.

Apakah Wood Filler Bisa Menggantikan Putty?

Tidak selalu. Wood filler dan wood putty memiliki fungsi yang dapat berbeda. Gunakan wood filler untuk kebutuhan pengisian pori dan persiapan finishing, sedangkan putty dipilih ketika kebutuhan utamanya adalah memperbaiki cacat atau lubang tertentu.

Gunakan Milan Wood Filler untuk Mendapatkan Permukaan Kayu Lebih Halus dan Rata Sebelum Finishing!

Memahami perbedaan wood filler vs wood putty membantu Milanians mendapatkan finishing akhir lebih elegan. Sebab, permukaan kayu lebih halus, rata, serta tidak ada celah atau lubang yang mengganggu estetika.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, Milanians bisa menggunakan Milan Wood Filler dalam tahapan pengerjaan proyek furniture atau interior sebelum proses finishing.

Milan Wood Filler berfungsi sebagai dempul kayu yang mengisi pori-pori secara sempurna, sehingga permukaannya menjadi lebih halus.

Jika Milanians masih bingung aplikasinya, segera konsultasikan kebutuhan proyek bersama Tim Ahli Milan dengan tekan banner di bawah ini!

Customer service wanita Indonesia dengan seragam hitam logo Milan di lingkungan industrial modern PT Indocipta Wisesa bersama produk coating, adhesive, dan industrial finishing profesional.